Agar tulisan kita terbit di Pikiran Rakyat atau Kompas (1)

Posted: March 23, 2009 in Tak Berkategori
Tags: , , ,

Training Jurnalistik
Asrama Salman

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis

(QS. Al Qalam 1)

Pembicara:

Mas Budhiana Kartawijaya

Sekretaris komunikasi dan media YPM Salman

Wakil pimpinan redaksi harian pikiran rakyat

Menulis itu harus selalu diingat filosofi dan etika.

Ada 2 bentuk tulisan dari segi peta menulis, yaitu fiksi dan non fiksi.

Fiksi:

· Disebut juga karangan

· Boleh menggunakan nama pena (samaran)

Non fiksi

· Disebut juga tulisan

· Harus menggunakan nama sebenarnya

Tulisan berdasarkan ruangnya ada 2:

1. Private

· Hanya untuk dinikmati sendiri

· Bebas dan tidak dibatasi etika

2. Publik

· Perlu etika

· Ditujukan untuk publik

Penjelasan tulisan untuk publik:

Lepaskanlah dari kekangan “tema” yang sudah sejak zaman dahulu, beri inovasi pada tulisan, lihat bahan-bahan baru yang menarik publik

Mode of thinking:

1. Vertikal/linear

2. Lateral (Out of box)

3. Interpretatif/proxy

Contoh:

Coba gambar pemandangan, apa yang digambar???

Ada seseorang yang ngeliat jendela, lalu tiba-tiba lompat dan tidak mati. Apa pikiran kalian???

1. Vertikal/linear:

Ada kasur dibawah, diselamatkan spiderman, dll

2. Lateral (Out of box)

Loncatnya ke dalam ruangan

Di suatu kerajaan tidak boleh ada kumis dan jagung dengan uturan hanya ada satu orang mendapat SIM(Surat izin mencukur) dan tidak boleh mencukur sendiri,

1. Lateral (Out of box)

Yang punya SIM adalah wanita

Lomba menulis dengan tema “andai aku punya sayap”

1. Vertikal/linear:

Aku bisa terbang, bisa nganter ibu ke pasar,dll

2. Lateral (Out of box)

Susah pakai baju, jika ke sekolah sulit duduk (juara 1)

Berpikir interpretatif

Misal: Cina akan menaikan ekonomi 1%, India juga, Hugo Chaves digoyang CIA, kilang minyak di Arab dibom.

Jika kita telah mampu berpikir interpretatif, maka kita bisa menulis artikel bahwa harga minyak akan naik, jika analisis kita benar maka akan sangat bermanfaat (misal kita menulis bahwa kemungkinan BBM akan segera naik, jadi rakyat bisa segera mempersiapkan diri).

Cara berlatih berpikir Interpretatif/proxy: banyak membaca dan fokus pada sastu bidang.

Tulisan yang baik:

Penting: jika omrang baca dia untung, jika orang tidak baca maka orang akan rugi, akan ada resiko (misal  kalo tidak baca bisa ditangkap polisi)

Menarik: jika orang baca dia untung, jika orang tidak baca maka tidak rugi (menarik belum tentu  penting)

Intelektual Publik:

Seseorang yang mmiliki pengetahuan dan otoritas tentang berbagai macam, isu aktual (issues of the day) secara mendalam serta mamilki kemampuan menyampaikannya kepada publik.

Level Menulis:

Level I

Speaking and writing for the public exclusively about your discipline

Level II

Speaking and writing about your discipline and how it relates to social, cultural, and political world aroound it

Level III

By invitation only. The intellectual has become elevated to a symbol, a aperson that stands for something far larger than the discipline from which he or she originated. A level III intellectual is asked to write and speak about a large range of public issues.

Keimpulan:

1. Fokus pada otoritas, jangan menulis segala hal

2 . Seseorang dikatakan intelektual publik, jika sudah jadi referensi publik

3. Menulis segala hal membuat seseorang tidak menjadi intelektual publik, tetapi terjebak menjadi intelektual selebritis (the more public he is, the less intellectual)

-Publik tidak selalu ingin yang mendalam , tapi yang meragam-

Mas Budhi

Tulisan untuk publik harus dalam kerangka:

1.  Aktual

2. Persoalan Baru

3. Sudut pandang baru

4. Jangan akademis teoritis

5. Fokus

6. Pemahaman yang mendidik

7. Clue untuk redaktur

8.  Jelas

9. Akurat

10. Panjang/pendek artikel

3000-5000 kosakata (kompas)

3500-5000 kosakata (Pikiran Rakyat)

11. Bahasa

Singkat, padat, jelas, colourful

Satu paragraf 3-4 kalimat

Satu kalimat 28 kata

Jangan mengulang kata yang sama dalam satu paragraf

Pilih kata yang punya rasa bahasa, tetapi tidak hiperbolis

Tidak terlalu banyak istilah asing

Coret kata yang masih bisa asal tidak mengubah arti

Hindari kalimat rancu, contoh:

Yang membawa hp, harap dimatikan

Kalau khatib sedang ceramah, jangan bicara

Kalau sudah buang air, harap disiram

Jelaskan singkatan dan akronim untuk istilah yang tidak umum

Penggunaan tanda baca yang benar

Konsisten

12. Review

Setelah artikel jadi, coba baca beberapa kali lagi untuk perbaikan. Lakukan proofreading, copy editing, dan kalau perlu substance editing

Proofreading: Menambahkan huruf yang kurang tanpa mengubah arti

copy editing: Mengubah atau menyingkat atau menghapus, tanpa mengubah arti

13. Pra-Oenyerahan

Artikel harus dalam bentuk siap di-print dengan spasi ganda. Di akhir paragraf cantumkan gambaran yang menjukan otoritas kita (Misal: aktivis Salman)

14. Administrasi

15. Foto kopi identitas

16. Kompensasi

17. Pengiriman

Kirim hanya ke satu media saja!!!

Jangan di publish di blog dulu, setelah muncul baru

18. Follow up

19. Sumber inspirasi

– Peristiwa yang akan datang

– Ulang tahun peristiwa bersejarah

– Hari besar agama

– Trends

– Breaking News

“Jika ini yang jadi sumber inspirasi, maka waktu sangat vital. Jangan tunda menulis! Bahkan jika ada breaking news, upayakan menulis artikel kurang dari 12 jam.”

-Tetesan darah syuhadah, tetesan keringat orangtua mencari nafkah, tetesan air mata anak yang menangis mendoakan orang tuanya-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s