Pertamina VS Petronas

Posted: November 18, 2008 in Tak Berkategori

PERTAMINA VS PETRONAS

Banyak orang yang berpikir bahwa bekerja di perusahaan migas asing ialah suatu hal yang amat membanggakan tanpa menyadari bahwa perusahaan asing tersebut pada dasarnya sedang mengambil keuntungan lebih untuk negaranya sendiri. Mengapa kondisi seperti itu bisa terjadi? Ada apa sebenarnya dengan industri minyak dan gas nasional kita?

Beberapa hari yang lalu saya sedang mengisi waktu luang dengan melihat berbagai informasi yang tersebar di internet dan saya menemukan potongan artikel yang sangat menarik. Please enjoy reading this while listening to music and having a cup of coffee in the morning.. =p

Someone asked:
“Semua orang pasti sudah tahu bahwa Pertamina mempunyai sumber minyak yang banyaknya gak ketulungan. (halaah.. bahasanya..) Bila kita lihat Petronas, mereka tidak mempunyai sumber minyak di negaranya dan kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan Indonesia. Dear all.. Do you know why Petronas grow faster and bigger than Pertamina??

And the answer was:
“Yang mempunyai sumber minyak banyak adalah Indonesia, bukan Pertamina. Dalam hal ini, pemerintah memberi wewenang pada BP MIGAS untuk mengurusi pengelolaan kontrak perusahaan terhadap ladang minyak dan gas.”

Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing diluar Pertamina untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia. Banyak alasan yang dilontarkan BP MIGAS dalam keputusan tersebut, katakanlah dengan alasan Pertamina korupsi, atau strukturnya yang masih payah, dikatakan tidak mampu secara teknologi, atau dibilang minim pendanaan. Alasan terakhir ialah alasan yang dikemukakan Pemerintah kita saat pengelolaan di Blok Cepu diserahkan kepada ExxonMobil dan bukan sepenuhnya kepada Pertamina.

Pertamina Station

Pertamina Station

Alasan-alasan tersebut bisa dikatakan logis namun juga agak dibuat-buat. Mari kita coba untuk meninjau alasan-alasan tersebut satu per satu. Alasan pertama: katakanlah Pertamina korupsi. Bukankah seharusnya Pemerintah bertanggungjawab memberantas korupsi yang terjadi di Pertamina? Atau mungkin Pemerintah tidak mampu memberantas korupsi di Pertamina karena Pemerintah dan DPR juga sedang sibuk korupsi? Atau mungkin karena adanya solidaritas sesama koruptor?? Entahlah.. hanya mereka yang tahu.

Alasan kedua ialah struktur dan sistem manajemen Pertamina yang belum benar. Bukankah seharusnya Pemerintah mempunyai tanggungjawab moral untuk mendorong Pertamina melakukan pembenahan internal? Apabila pengelolaan minyak dan gas malah diserahkan ke pihak asing, bukankah itu sama saja semakin mematikan Pertamina? Dan untuk alasan teknologi, Pertamina sudah memiliki teknologi yang udah diakui oleh Inggris. Sedangkan untuk alasan pendanaan, seharusnya keuntungan tahunan Pertamina jangan disedot besar-besaran untuk menutupi defisit anggaran atau malah dimasukkan ke kantong pejabat. Pertamina untung? Ya, sekalipun dengan adanya subsidi BBM atau apapun itu namanya, Pertamina masih menghasilkan untung yang sangat besar.

Pada poin pertama tadi, saya bermaksud memberi tahu bahwa Pemerintah kita kurang mendukung Pertamina sebagai perusahaan migas nasional. Apabila hal itu terus berlangsung, kapan Pertamina bisa maju? Keadaan benar-benar berbeda apabila melihat Petronas. Perusahaan minyak dan gas milik Malaysia itu menjalankan operasi yang didukung penuh oleh Pemerintah Malaysia dengan cara memberikan sebagian besar hak konsesi khusus ke Petronas dan bahkan mendorong Petronas untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.

Petronas Station

Petronas Station

Pada poin kedua, saya ingin meninjau aspek bisnis industri minyak dan gas itu sendiri. Menurut saya, penyebab kekalahan Pertamina ialah inefisiensi pengeluaran. Banyak pengeluaran yang seharusnya tidak perlu dilakukan apalagi ditambah dengan pengeluaran yang kurang jelas juntrungannya. Sebagai contoh yang dapat kita lihat ialah biaya sewa kapal tanker. Biaya sewa tersebut sangatlah mahal dan dapat mencapai US$60.000 per HARI untuk SATU kapalnya. Nah, Pertamina menyewa kapal dengan jumlah lebih dari 140 padahal kapal Pertamina tidak lebih dari 30 buah. Apabila mau berpikir panjang, seharusnya Pertamina memutuskan untuk memiliki kapal sendiri sebagai investasi. Beberapa tahun yang lalu Pertamina sempat memiliki kapal tanker VLCC namun kapal tanker tersebut dijual oleh Menneg BUMN (Laks. Sukardi) saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Dan apa yang terjadi sekarang? Ternyata penjualan tersebut dipermasalahkan karena adanya dugaan praktek korupsi dalam penjualannya.

Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia.

Bottomline, apabila ditinjau dari segi ekonomi politik dan bisnis, Pertamina akan sulit berkembang di masa depan bila kondisinya terus seperti itu. Sayangnya, kita sebagai warganegara Indonesia tidak bisa mengubah keadaan itu karena itu semua ialah keputusan petinggi-petinggi negara kita. Tapi setidaknya, kita dapat membantu Pertamina dengan membeli produk buatan Pertamina. Beli Produk Pertamina, Kita Untung Bangsa Untung.

Patut teman-teman ketahui bahwa di negara kita Indonesia yang kaya akan minyak ini, Pertamina hanya memegang 8 persen dari pangsa pasar migas di Indonesia dan sisanya dipegang Chevron, Total, Exxon, CNOOC, dan perusahaan migas asing lainnya. Walaupun hanya memiliki 8 persen pasar, Pertamina dapat menghasilkan keuntungan Rp35 triliun di tahun 2006. Coba bayangkan apabila 100 persen ladang minyak yang ada di Indonesia dipegang oleh Pertamina.

Di samping itu, 90% keuntungan Pertamina wajib diberikan kepada Pemerintah dan hanya 10% sisanya yang dapat digunakan Pertamina. Bagaimana dengan Petronas? Keadaan Petronas berkebalikan dengan Pertamina karena hanya 10% keuntungan Petronas yang diberikan untuk Pemerintah Malaysia. Itulah penyebab mengapa Petronas dapat melakukan ekspansi besar-besaran. Mengapa Pertamina sulit melakukan ekspansi? Keuntungan rata-rata tahunan Pertamina ialah Rp27 triliun dan hanya Rp2.7 triliun yang tersisa di Pertamina padahal untuk membangun sebuah kilang baru dibutuhkan dana sekitar Rp 13 triliun.

majarimagazine.com-Sesep BS

Comments
  1. Darwinho says:

    PERTAMAAAAXX…..

    Wah, jadi berapi-api niy. Iya tu. Mesti ada perubahan.
    Btw, Gmn klo mas Denli aja yg jadi Dirut Pertamina?? Hehehe…

  2. Wah, beginilah saat ahli dari tekim berbicara… ^_^!

    Btw, kok bahan bakar minyak cuma turun sekitar 500 perak, Den?

  3. oRiDo™ says:

    hal penting yg perlu di lakukan adalah MAU BERUBAH
    pertamina yang notabene dahulu nya menjadi contoh dan tempat belajar bagi orang2 malaysia, dimana orang2 malaysia mau belajar dan berubah menjadi lebih baik untuk negara dan bangsa nya…

    hal ini tidak (mungkin ada, tapi susah utk berbicara) ditemukan di pertamina dan orang2 didalam nya.. karena di pertamina banyak orang2 yang sudah merasa nyaman dan tidak ingin di ganggu kenyamanannya. sehingga pertamina sulit sekali utk berubah.

    jika kita mau berubah, maka akan maju.. tidak jalan di tempat..

    ayo bangun indonesiaku..

  4. rosi says:

    negeri ini masih butuh tangan-tangan ahli,
    pemikiran-pemikiran cemerlang,
    hati-hati bersih dan jujur,
    pemimpin-pemimpian adil dan berani,

    dan itulah yang harus kita miliki, calon2 pemimpin negeri.
    SEMANGAT ya!

  5. زهير says:

    Setelah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan IMF, keran liberalisasi –terutama di bidang migas (energi)– seakan terbuka lebar. Migas saat ini dijadikan komoditi perdagangan.

    Padahal dalam syariat sudah jelas, bahwa segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, ia haram untuk diperjualbelikan (apalagi diprivatisasi).

    Setelah UU SDA dan PM (Penanaman Modal), mulailah liberalisasi beranjak untuk turut menjadikan “pendidikan” sebagai sebuah komoditas ekonomi –yang tertuang dalam butir-butir UU BHP.

    Terus berjuang, selamatkan Indonesia dengan Syariah..

  6. ariefhidayat says:

    Ayo berjuang memajukan perminyakan Indonesia akh. (berapi-api)😀

  7. Semoga pemeritah dan pertamina bisa mengolah minyak entah kjta bisa dikelola oleh kita sendiri

  8. Drajat says:

    dengan adanya logo pertamina yang baru mungkin akan mengindahkan para petinggi pertamina dan pemerintah,supaya punya pemikiran atau gagasan yang baru juga!ide ide yg modern di masa sekarang apalagi masa mendatang adalah sangat penting dan urgent..!jangan lagi mementingan keuntungan sesaat,melainkan pertamina harus bs berinvetasi besar2an di tingkat international.karena potensi pertamina itu sendiri sangat besar,sekarang dari aspek promotion pertamina sangat lamban,petronas saja berani membeli lable moto gp yamaha valentino rossi,kenapa pertamina nggak punya gagasan yg lebih dr pada sekedar membeli lable event balap internationl???kita malu,petronas mampu knp pertamina nggak??
    mana gebrakan pertamina di kancah international??inget promotion is verry important right..!!logo dah layak,ladang minyak byk,negara besar ayo kurang apa lagi coba??weak up man..ayo saya orang indonesia mendukungmu PERTAMINA,maju jangan tanggung2 ok!sukses buat pertamina indonesia..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s