Pengantar Tauhid Asma dan Sifat

Keterangan sebelum membaca: Materi ini berat, perlu keikhlasan dan keimanan yang kuat.

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

-Al’Araf:180-

baca selengkapnya

Peringatan terhadap sebagian perkara syirik

· Dukun

Walaupun hanya datang untuk melihat tp ga percaya, tetap tidak boleh. Ingat, kata Rasul, sholatnya tidak diterima selama 40 hari

· Ahli Nujum

· Dajjal

· Tukang sihir

· Jampi2 syirik

· Meminta pertolongan jin

· Pernyataan tentang hakikat dan syari’at

Misalnya orang hebat dibilang nabi atau wali, dll

Makna Tauhid Asma Wa Sifat dalam Manhaj Ahlussunnah wal jama’ah:

Beriman kepada Nama-Nama Allah dan Sifat-Nya, sebagaimana yg diterangkan dalam Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya, menurut apa yg pantas bagi Allah SWT, tanpa Ta’wil, Ta’thil, Takyif, Tahrif dan Tamtsil.

“Tidak sesuatupun serupa dengan Allah, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS.Asy-Syura:11)”

Ta’wil: Menafsirkan dengan akal tanpa Nash/dalil

Ta’thil: Menghilangkan makna atau sifat Allah

Menganggap suatu sifat Allah tertentu yang ada dalam Al Quran tidak sesuai

Takyif: Mempersoalkan hakikat asma dan sifat Allah dengan bertanya “bagaimana”

Misal As-Syaririah yg mengelempokkan Asma dan sifat Allah menjadi 20 (wujud, qidam…), padahal tidak boleh dipilih-pilih

Tahrif: Mengubah Asma dan sifat Allah

Tamtsil: Menyerupakan Allah dengan makhluknya

Yang diperbolehkan, melihat segala keindahan alam dan segala ciptaan Allah sebagai kebesaran Allah (Subhanallah…)

-Seseorang bertanya kepada Imam Malik, Ya Imam bagaiman Allah? Allah bersenyawam di arsy nya, jawabnya. Bagaimana cara Allah bersenyawam? Allah bersenyawam di arsy nya dan tidak ada yang tahu, ketika kamu mempertanyakan itu maka itu adalah bid’ah dan enkau ahli bid’ah-

Ada pernyataan: Allah ada dimana-mana. Pernyataan salah yang tidak ada dalil baik Quran maupun Hadist, padahal sudah jelas Allah ada di arsy-Nya. Dimana Arsy-Nya? Wallahualam Suatu ketika Rasul bertanya pada anak kecil, dimana Allah? Anak kecil menjawab, “di Arsy-Nya”, kamu benar, kata Rasul.

Allah lebih dekat dari urat nadi (QS. => pahami dengan membaca ayat sebelumnya dan ayat setelahnya, baca pendapat sahabat, cari tafsirnya, jangan dibaca sepotong-potong. Karena Allah tidak benar-benar di urat nadi kita, tapi malaikat. Namun Allah tetap mengetahui segala sesuatu-Nya.

Imam Ahmad bin Hambal berkata:

Madzhab Salaf mensifati Allah dengan apa yg dia sifatkan untuk Diri Nya dan dengan apa yg disifatkan oleh Rasul Nya, tanpa tahrif, ta’thil, takyif, dan tmatsil

Ket: Madzhab salaf bukan yg seperti sekarang, dulu tidak ada yg salah dengan mazhab ini

Kesempurnaan Asma dan Sifat Allah SWT

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

-Al’Araf:180-

Surat ini menunjukkan:

- Menetapkan nama-nama Allah SWT

- Bahwasanya nama-nama Allah itu sangat baik (husna)

- Sesungguhnya Allah memerintahkan berdoa kepada-Nya dengan nama-nama-Nya

- Sesungguhnya Allah mengancam orang-orang yg ilhad terhadap nama-Nya

- Tambahan: Al Isra: 110,Thaha: 8

-

Kandungan Asma Husna Allah:

Ibnu Taimiyah berkata: setiap nama dari nama-nama-Nya menunjukkan kepada dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya, seperti Al-‘Alim menunjukkan Dzat dan ilmu, Ar-Rahim menunjukkan Dzat dan sifat Rahmah

Ibnu Qoyyim berkata: Nama-Nama Allah menunjukkan sifat kesempurnaan-Nya, karena ia diambil dari sifat-sifat-Nya. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna.

Studi tentang Sebagian Sifat-sifat Allah => Sifat Allah menjadi dua bagian:

1. Sifat Dzatiyah, yaitu sifat yang senantiasa selalu melekat dengan-Nya. Seperti: al-ilmu, Al-Qudrah(Berkuasa), As-Sam’u(Mendengar), Al’Uluw (tinggi), Al-Izzah(Kemuliaan)

2. A=Sifat Fi’liyah, yaitu sifat yang Allah perbuat jika berkehendak. Seperti: bersemanyam di atas ‘Ars, Allah turun di malam sepertiga terakhir

Beberapa sifat Allah yang akan dibahas (Contoh Sifat Dzatiyah):

AL-QUDRAH (BERKUASA):

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al Maidah:120)

…dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al Kahfi: 45)

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu (Al Anam:65)

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia (Yasiin:82)

AL-WAJHU (WAJAH)

Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (Ar-Rahman:27)

Tiap-tiap (Al-Qashash:88)

Dua ayat tersebut menetapkan sifat Wajah bagi Allah SWT sesuai dengan keagungan-Nya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untuk-Nya, tanpa tahrif, ta’thil, takyif, dan tamtsil

Ibnu Qayyim berkata: Para sahabat berbeda pendapat dalam banyak hal tentang hukum, tetapi mereka tidak pernah berselisih dalam ayat-ayat dan hadist tentang sifat Allah SWT, bahkan mereka bersepakat, dan membiarkan apa adanya disertai dengan pemahaman makna lafadznya dan penetapan hakikatnya.

Seandainya sifat-sifat itu bukan yang dimaksud, dan harus dita’wil. Tentu Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkannya di dalam Al-Quran dan Sunnah. Bahkan cara cebok (kata Rasul:witir), tuntunan mencukur minimal 40 hari pun ada, sangat tidak mungkin ada yang tidak jelas dari Asma dan Sifat Allah. Jadi sekali sangat tidak boleh Ta’wil, Ta’thil, Takyif, Tahrif dan Tamtsil.

dirangkum dari ceramah Ust. Hervi Firdaus, LC